Cinta. "aku jatuh cinta" "aku cinta kamu" ah basi. Sayang mungkin, namun cinta? Aku belum tahu dan aku tak mau jadi orang sok tahu. Menurutku cinta itu tak se-indah yang kita bayangkan. Cinta bagaikan bunga mawar. Indah, romantis saat kamu memberikannya ke orang tersayang.. namun kamu harus tepat menggenggamnya. Jangan sampai tertusuk durinya.
Ikhlas. Rasanya aku telah mengucapkan kata tersebut setiap aku menadahkan tangan dihadapan Allah, saat malam ku bercerita kepada Allah. Namun mungkin belum saatnya. "Mungkin lo belum ikhlas" banyak temanku berkata itu tapi..udah. Udah ikhlas. Tapi ntahlah, apa takdirku emang seperti ini? Terbayang bayang seseorang yang kucoba hindari?
Rindu. Rindu ini seaakan tak pernah habis. Tak pernah berkurang, namun terus bertambah. Rindu ini merengek. Seakan minta ditebus, namun bagaimana? Bagaimana menebusnya? Rindu. Indah itu saat kamu rindu pada seseorang yang merindukanmu, juga. Namun sayangnya rinduku tak seindah itu. Lebih bisa dikatakan. Menusuk, mengiris.
Sepi. Sunyi nya hari setelah kamu..ya sudahlah. Tak baik. Apa sepi pernah membunuh mu? Aku bertanya pada kamu. Kamu. Yang sudah terlampau jauh. Aku dibunuh. Terbunuh. Namun aku bukan pembunuh. Sepi. Ya dia pelakunya. Aku dibunuh secara perlahan oleh 'Sepi' , lucu bukan? Ya. Menurutmu. Namun rasanya luar biasa sakit. Aku hanya ingin kamu tau. Hati ini seakan teriris setiap saat ku sadar bahwa semua tinggal kesedihan. Sunyi membantu sepi, membunuhku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar